Senin, 12 Desember 2011

mereka membuatku merasa memiliki

            Malam ini aku menjalankan aktivitas seperti biasa, ngajar les di rumah Allis. Ya, itu kegiatan aku setiap Senin malam. Baru aja aku sampai di depan rumahnya..Allis langsung membukakan pintu, dan Fira menyambutku dengan riang. Senang banget rasanya..mereka ngebuat aku ngerasa jadi seorang kakak. senang. ini yang aku pengen dari dulu, punya adek.
          Senang rasanya kalau ada yang manggil aku kakak, yang manja sama aku, yang curhat sama aku..senang banget. makanya aku senang banget ngangkat teman-teman aku jadi adek, aku suruh mereka manggil aku kakak.hehe. maklum, biasa jadi anak tunggal, ngebuat aku pengen ngerasain punya adek.
        Sekarang, aku punya banyak adek.banyak yang manggil aku kakak, banyak yang berkeluh kesah sama aku. senang karna mereka mau curhat sama aku. sayangnya itu nggak bisa aku rasain tiap hari..haha. ketemu Allis & Fira setiap senin,rabu, sabtu, minggu ngebuat semua kekurangan itu terlengkapi. Tapi sebentar lagi kesenangan itu bakalan hilang..aku nggak ngajar lagi. huhu.
           Tadi, Ibu' & Bapak nitipin Allis & Fira ke aku. Waktu Allis udah selesai belajarnya, kami bertiga tidur-tiduran. cerita satu sama lain. Fira bermanja sama aku. Senang. Malam ini, perfect banget rasanya jadi kakak. kadang-kadang mereka berantem, damai, ketawa, itu ngebuat peran aku sebagai kakak semakin lengkap. Tapi sebentar lagi, peran aku digantiin. nggak kebayang, gimana rasanya pisah sama mereka. mereka tlah membuatku merasa memiliki adik . sedih harus berpisah.

Jumat, 09 Desember 2011

Jangan Kasih yang Sisa kalau Mau dapat yang Utama

Kalau diliat-liat, jam dinding  terus aja berdetak, nggak pernah berhenti  (kecuali kalau batre nya habis. Haha).  Ini berarti waktu terus berjalan, right? Dan tanpa kita sadari, sekarang kita udah masuk ke tahun baru Hijriyah.
            Hmm..ngomong-ngomong soal  tahun baru, biasanya nggak jauh-jauh dari perayaan. Tapi, kita sadar nggak sih kalau sebenarnya perayaan itu hanya figuran? Perayaan mungkin penting buat membangkitkan semangat baru, tapi yang paling penting itu perubahan dalam diri kita.
            Kadang, kita cuma larut dalam perayaan dan nggak sadar arti penting dari tahun baru. Tahun baru Hijriyah berarti hijrah jadi pribadi yang lebih baik. Ngelakuin perubahan dari buruk jadi baik, dan dari baik jadi lebih baik lagi.
Kita sebagai manusia, sering ‘kejar tayang’ sama semua aktivitas kehidupan dunia. Apalagi kita sebagai mahasiswa, sering banget kejar tayang sama tugas-tugas yang di kasih dosen. Sampai-sampai, kita sering melalaikan panggilan-Nya.
Kita tau, tapi kita sering lupa. Sebenarnya  kita tau kalau mendekatkan diri kepada Allah, maka Allah bakal ngemudahin semua urusan kita. Tapi, ntah kenapa kita hobby banget ‘kejar tayang’ sama semua tugas daripada stripping mendekatkan diri sama Allah.
Selama ini kita terlalu cuek, bahkan sangat cuek sama semua ketentuan yang udah tertulis dalam Al-Qur’an dan Hadits. Kita sering lalai. L a l a i. Sadar nggak sih? Kita tuh sering banget ngasih Allah yang sisa. Buktinya, kita sering banget sholat di akhir waktu. itu berarti kita ngasih Allah waktu sisa, nggak mengutamakan Allah. Trus,kalau sedekah..kita sering banget tuh sedekah dengan uang sisa, sisa jajan, sisa gaji, padahal sebaiknya kita sedekah dari awal kita ngedapatin uang. Allah nggak masalah kita mau lalai atau nggak,kita mau ngasih yang sisa atau nggak, tapi kitanya yang rugi. Seperti yang dinyatakan dalam surat Asy-Syams:7-10, yang artinya:
Demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)nya. Maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketaqwaannya. Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwa itu, dan sungguh rugi orang yang mengotorinya " (Asy-Syams:7-10)
Nah tuh, kita bakalan beruntung kalau menyucikan jiwa. Menyucikan jiwa maksudnya di sini salah satunya dengan mendekatkan diri pada Allah. Itu semua nggak bakalan sulit kalau ada kemauan. Kata pepatah, ‘selalu ada jalan kalau ada kemauan’. Jangan putus asa sebelum nyoba. Insya Allah, Allah bakalan ngemudahin kita buat jadi hamba yang lebih mencinta dan dicintai-Nya. Untuk itu kita harus mulai membiasakan diri mengutamakan Allah dari sekarang supaya kita diutamakan juga oleh Allah. So, Jangan kasih sisa kalau mau dapat yang utama. Kalau mau diutamakan Allah, utamakan dulu Allah..
Yuk bangkitkan semangat baru di tahun baru menuju perubahan yang lebih baik . semangat ! ^^


FENNI MARRIZA
1005112473
Pendidikan Fisika

Sabtu, 15 Oktober 2011

LOA

            Udah lama nih nggak ngutak-ngatik blog, kangen. haha. kali ini aku akan ngebahas LOA. udah ada yang tau apa kepanjangan dari LOA? yap, LOA itu singkatan dari Low of Attraction . tau artinya kan? Kalau nggak tau, silahkan cari di google. haha.
            Hmm.. kalau diartikan ke bahasa Indonesia, Law of Attraction itu artinya Hukum tarik-menarik. Tapi hukum tarik menarik di sini bukanlah hukum tarik-menarik antara kutub utara dan selatan magnet, yang dimaksud di sini adalah hukum tarik-menarik yang bekerja di alam semesta. Kata LOA pertama kali aku temui waktu aku ngebaca buku "Al-Qur'an The Ultimate Secret". Buku ini ngebahas rahasia LOA di dalam Al-Qur'an (lho, jadi promosi. hehe).
            LOA berkaitan erat dengan pikiran manusia. Setiap hari tentunya berpikir. right? (ketularan mas Ippho Santosa nih. haha.) . Tanpa kita sadari dalam sehari 1x24 jam, banyak pikiran-pikiran negatif yang melintas di pikiran kita. Dalam sehari itu ada aja yang kita keluhkan. Misalnya, "aku nggak pintar", "aku punya banyak sifat jelek", "aku cuma orang yang biasa-biasa aja". iya kan? Hmm..tanpa kita sadari lagi, satu pikiran negatif  akan menarik pikiran negatif lainnya. Hal ini bisa diperlihatkan dari perhitungan.

-1+(-1) = -2

              Bilangan negatif jika ditambahkan dengan bilangan negatif akan menghasilkan bilangan yang lebih negatif lagi,  gitu juga halnya dengan pikiran negatif yang kita tarik dalam hidup kita. Bisa kita bayangkan bila pikiran-pikiran negatif itu menarik pikiran negatif lainnya kita tabung dalam sehari, seminggu, sebulan, bahkan setahun, tentunya lama-lama akan jadi bukit (kaya' nabung aja.,haha). Jika ditabung, maka pikiran negatif itu akan jadi badai Cathrina yang bisa meluluh lantakkan diri kita sendiri (eh, itu bener tulisan Cathrina nya?) . 
               Mengerikan bukan jika badai itu menghantam diri kita? Nah, itu dia.. tanpa kita sadari pikiran-pikiran negatif yang kita tarik ke pikiran kita menjadi kenyataan. Mengapa pikiran-pikiran itu bisa jadi kenyataan? Pikiran-pikiran itu bisa jadi kenyataan karna Allah menjadikannya nyata. Karna Allah mengikuti semua pikiran-pikiran hamba -Nya. Seperti yang tertulis pada hadis :

"Sesungguhnya Allah berfiman: Aku akan mengikuti prasangka hamba-Ku dan Aku akan senantiasa menyertainya apabial berdoa kepada-Ku"

               Prasangka adalah salah satu daya pikir manusia. Jika kita memikirkan hal-hal baik, tentunya Allah akan mewujudkan prasangka baik itu dalam kehidupan kita. Dan jika kita berprasangka buruk, tentunya Allah juga akan mewujudkan prasangka buruk itu.
                Nah, dengan demikian.. hendaknya dari sekarang kita memupuk pikiran-pikiran positif dalam diri kita. oke? 

Minggu, 02 Oktober 2011

menurut aku..

            Malam ini aku nggak sengaja nonton ending acara Mario Teguh, Golden Ways (padahal mau nonton dari awal..). Hari ini tema yang dibahas itu kalau nggak salah "antara cinta dan benci", kalau nggak salaahh..hehe. Karna ngebaca judulnya, aku jadi pengen nulis tentang cinta-cintaan.
            Belakangan ini istilah menggalau mengemuka di kalangan anak muda. Menggalau ada macam-macam, tapi orang-orang lebih suka menggalau karna urusan perasaan. hmm..  Kebanyakan dari kita ketika menyukai sesuatu, pasti ingin memilikinya. Right? Aku juga begitu. Dulu waktu aku suka sama seorang cowok, aku pengen banget memilikinya. Sampe-sampe aku berusaha menyukai apa yang dia sukai, walaupun sebenarnya aku nggak suka. Ngelakuin apa yang dia minta,walaupun aku tau dia cuma memanfaatkan aku. Dan berani malu biar dapat perhatian darinya. Kalau mengingat-ngingat hal itu, rasanya aku bodoh banget. Tapi, ya itulah anak muda.. mau melakukan apa aja asalkan mereka dapat apa yang mereka mau.
            Tapi, setelah membaca beberapa buku dan melihat fakta di lapangan., rasanya memiliki seseorang (pacaran) itu lebih banyak nggak baiknya daripada baikannya. iya nggak? Aku liat, mereka yang pacaran itu lebih banyak berantemnya, terkekangnya, dan cemburunya. Sebenarnya sampai sekarang itu aku bingung, apa bedanya pacaran sama berteman. Padahal perlakuannya sama aja. Kalau kata teman aku yang ngebet pengen pacaran, "kalau kita punya pacar itu, kita bisa cerita semuanya ke dia.". Padahalkan cerita ke teman juga bisa. Tanpa disadari, orang-orang yang pacaran itu malah lebih sering cerita tentang pacarnya ke teman mereka.haha. lawak.
           Kalau menurut aku sih, lebih seru kalau kita nggak usah pacaran.. kita nikmatin aja rasa suka yang kita punya terhadap seseorang. Itu sih kata-katanya juga aku kutip dari guru SMA. hehe. Kan lucu aja gitu kalau kita malu-malu, nyengar-nyengir sendiri kalau ngeliat orang yang kita suka dari jauh. Sama halnya waktu kita pengen beli hape (handphone. maaf, penulisannya salah. haha) . waktu kita masih berangan-angan, hape yang mau kita beli tu keren banget rasanya. Waktu baru-baru beli, iya hapenya masih disayang-sayang. Tapi, udah agak lamaan sedikit..yang ada hapenya campak sana-campak sini. iya kan? (itu aku..hehe).
            Menurut aku, pacaran selama apa juga..belum tentu jodoh. Kalaupun jodoh,yang ada bosan..udah pacaran bertahun-tahun trus ntar waktu nikah, muka dia juga yang diliat.. jodoh itu ditangan Allah. Ingat guys !
ORANG BAIK, PASTI AKAN MENDAPATKAN YANG BAIK PULA..

Nggak perlu pacaran buat menyelidiki orang itu baik atau nggak. Semua itu tergantung kita. Kitanya dulu yang harus baik, baru dikasih yang baik. Semua  indah pada waktunya. Insya Allah :)



*maaf, aku bukan bermakud menggurui.. tapi ini pendapat aku :)

Rabu, 28 September 2011

Hari ini benar-benar...

            Hari ini aku menggalau habis-habisan. haha. Kegalauan itu aku mulai pagi-pagi. Pagi ini aku mulai dengan pergi ke Mal Pekanbaru buat menuhin janji sama Mega&Kiki  nyari buku bareng di Gramedia MP. Kami perginya masing-masing. Aku bingung perihal parkiran. Masalahnya selama ini kalau aku ke MP, aku selalu parkir di sisi jalan depan MP, nggak pernah parkir di parkiran dalam. But,sekarang parkiran luarnya udah pindah jauh dari depan MP. Yah..terpaksa aku parkir di dalam. Berhubung pertama kali parkir di dalam.. Alhasil, waktu nyampe di depan loket ngambil karcisnya, mata aku jauh memandang ke depan sambil sibuk mikirin aku bisa parkir di bawah atau harus parkir ke Parkiran lantai 1. Eh, waktu aku nyampe di depan abang-abang tukang karcisnya..Abang itu bilang, " Mbak, karcisnya di belakang.". buset, malu banget aku. terpaksa aku balik ke belakang buat ngambil karcis. haha. Hal memalukan pertama telah dimulai.
             Berikutnya, lagi-lagi karna pertama kali masuk MP lewat parkiran dalam.. Aku terpaksa meraba-raba mana pintu masuknya (meraba-raba nya kiasan ya.. bukan meraba-raba yang sebenarnya. hehe). Dan dengan terpaksa lagi aku nanya ke petugas parkirnya, " maaf Pak, pintu masuknya dimana ya?". Hahai..aku berasa katro, pintu masuk mall pun nggak tau. payah ! Itu hal memalukan kedua.
            Selanjutnya, karna udah pusing dengan kejadian-kejadian sebelumnya.. Aku jadi puyeng nyampe di dalam Mall..sampe-sampe aku mau naik di escalator turunun, aku pun udah berdiri di depan escalator itu sambil mengayunkan kaki mau naik. Untung nggak ada yang merhatiin. lagi-lagi kelihatan ndeso..haha. Hal memalukan yang ketiga. Alhamdulillah kejadian memalukan di MP ini cuma berlangsung sampe disitu.
             Namun, hal memalukan lainnya bersambung di kampus waktu jam makan siang. Begini ceritanya. Waktu rapat OF 7 diistirahatkan, Dios, Wulan & Mbak langsung pergi sholat. Sedangkan aku, Noni, dan Uti harus mengikuti pertemuan anggota SPektrum sebentar. Setelah pertemuan Spektrum selesai..aku langsung pergi sholat ke Mesjid Arfaunnas. Sedangkan Uti dan Nonni udah duluan ke PS (Pondok Salero ya.. bukan Pasar Swalayan. haha) buat ketemu sama Dios, Mbak & Wulan. Ya, aku memang ditinggal. Setelah selesai sholat..aku langsung nyusul ke PS. Waktu aku nyampe sana, aku nyariin yang mana meja tempat mereka makan. Ternyata mereka ngambil 2 meja karna 1 meja cuma muat 8 orang sedangkan yang mau makan 12 orang. (jadi 12 orang karna gabung sama yang lainnya juga). Waktu aku baru nyampe sana, aku liat ada Ibu'-ibu' ( cuma 1 orang)  yang baru aja beranjak dari meja teman-temanku ke meja yang di sebelahnya.. Karena aku baru datang, nggak tau apa-apa, dan kelaparan.. Langsung aja aku pesan makanan ke Ibu' itu, " Bu', sate kacangnya satu". baru aja aku bilang kaya'gitu, langsung aja teman-teman aku ketawa.. "Fen, Ibu' pelayannya bukan yang itu.", "Nah terus, Ibu' itu lagi ngapain dong?", " Ibu' itu lagi minta SUMBANGAN !" Hahhaha. Aku maluuu.. pantesan Ibu'-ibu' itu megang buku..rupanya lagi minta sumbangan.
           Hari ini benar-benar, melelahkan..memalukan.,.dan bikin maluuuuuuuuuuu..haha

Sabtu, 10 September 2011

Mari Memulai :)

            Wah..malam ini dingin ya, jarang-jarang nih Pekanbaru begini. gimana menurut kalian? cuaca hari ini menyenangkan atau menyebalkan?hmm..mungkin sebagian dari kita merasa ini cukup menyebalkan karna nggak bisa keluar rumah karna hujan terus, dingin, atau bahkan kebanjiran. lagi-lagi kita mengeluh.iya kan?haha. Rasanya hidup ini nggak pernah pergi dari mengeluh. iya kan? aku juga begitu. tapi rasanya sangat bodoh kalau kita mengeluh terus. Kenapa kita nggak pernah berpikir untuk bersyukur? coba liat hikmah dari setiap kejadian. Hikmah cuaca hari ini. Nggak bisa pergi kemana-mana karna hujan, kita malah jadi bisa bercengkrama sama keluarga di rumah. dingin? nikmati aja cuaca dingin ini, toh biasanya juga mengeluh karna  Pekanbaru panas. banjir? nikmati kerja bakti bareng keluarga, hitung-hitung nyari pahala..toh biasanya jarang bantu-bantu kan karna terlalu sibuk di luar?
               Nah, udah tau kan kalau selalu ada kebaikan disetiap kejadian? nggak ada salahnya kita selalu bersyukur pada Allah dengan semua yang Dia beri. Misalnya mengucapkan Alhamdulillah setiap selesai mengerjakan sesuatu. Emang sih sekarang udah banyak yang ngucapin Alhamdulillah, tapi cuma sekedar olok-olok mengikuti salah satu penyanyi Indonesia dengan menyebut " Alhamdulillah yahh". Seharusnya kata-kata itu lebih diresapi. Karna semakin kita bersyukur, maka Allah akan semakin menambah nikmat yang Dia beri. Kita memang udah sering ngedengar kata-kata ini sebelumnya. Tapi sering lupa.
              Kita juga sering lupa ngebaca Bismillah setiap kali mau memulai sesuatu. iya nggak? Padahal yang ngasih kita udara tanpa bayar, ngasih kita bumi yang indah, & ngasih kita segala kenikmatan itu Allah. Tapi kita lupa. Mulai sekarang, mari kita sama-sama mulai untuk bersyukur, memulai segala kegiatan dengan Bismillah, dan mengakhiri kegiatan dengan Alhamdulillah. Mari kita memulai dari hal-hal kecil :)

Jumat, 09 September 2011

Sering Terlupa

         Kemarin aku nggak sengaja ternonton acara ceramah agama Islam di RTV (taukan apa kepanjangan RTV? Riau Televisi. hehe). Ceramah ustadznya keren banget, ngebuat aku sadar dan ingin menyadarkan. Ustadznya bilang. kalau hidup di dunia ini hanya sementara dan kita sering terlupa, bahkan melupakan hal itu. Kita terlalu menikmati kesenangan dunia hingga lupa akan kehidupan kekal di akhirat nanti. 
Hidup di dunia ini diibaratkan bagai jalan raya. Kalau kita mengikuti rambu-rambu lalu lintas, dan patub pada peraturan yang ada, Insya Allah kita akan selamat sampai tujuan. Tapi kalau kita tidak mematuhi itu semua,  bisa-bisa kita kena tilang atau bahkan ke rumah sakit karna kecelakaan. Begitulah hidup di dunia, kalau kita taat dan bertaqwa kepada Allah, Insya Allah kita selamat sampai akhirat.
            Sekarang makin banyak hal-hal kecil yang sebenarnya tanpa kita sadari akan menghasilkan hal-hal besar yg dapat merusak ketaatan kita kepada Allah. Contohnya saja bohong. Bohong itu mungkin saja merupakan dosa/hal kecil menurut kita. Tapi lama-lama bisa jadi bohong itu bertambah besar, bisa-bisa jadi korupsi. iya kan? Contoh yang lain adalah cara berpakaian yang hendaknya pun menjadi sorotan. Di perkembangan zaman seperti saat ini, pakaian berbagai macam modelnya. Tanpa kita sadari, kita sering memakai pakaian yang tujuannya hendak mengindahkan mata orang-orang yang memandang kita bukan mengindahkan perintah Allah,sampai-sampai kadang memakai pakaian yang ketat. 
             Hmm..  Ada satu hal lagi yang bikin aku sadar. Sebuah kaligrafi yang aku lihat di rumah saudaraku.   Tadi aku berkunjung ke rumah salah satu saudara ku. Di rumahnya terpampang sebuah kaligrafi yang artinya.." Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tak disangka-sangka. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (Q.S. Ath-Thalaq: 2-3). Aku tertarik dengan terjemahan ayat itu. Begitu baiknya Allah kepada kita. Dia hanya menyuruh kita untuk mengikuti perintahnya, dan Dia memberikan nikmat-nikmat yang tak terduga. Namun kita sering terlupa dan menyia-nyiakan kebaikan Allah.

Come on Guys..mari perlahan-lahan kita berubah jadi pribadi yang baik :)