Minggu, 02 Oktober 2011

menurut aku..

            Malam ini aku nggak sengaja nonton ending acara Mario Teguh, Golden Ways (padahal mau nonton dari awal..). Hari ini tema yang dibahas itu kalau nggak salah "antara cinta dan benci", kalau nggak salaahh..hehe. Karna ngebaca judulnya, aku jadi pengen nulis tentang cinta-cintaan.
            Belakangan ini istilah menggalau mengemuka di kalangan anak muda. Menggalau ada macam-macam, tapi orang-orang lebih suka menggalau karna urusan perasaan. hmm..  Kebanyakan dari kita ketika menyukai sesuatu, pasti ingin memilikinya. Right? Aku juga begitu. Dulu waktu aku suka sama seorang cowok, aku pengen banget memilikinya. Sampe-sampe aku berusaha menyukai apa yang dia sukai, walaupun sebenarnya aku nggak suka. Ngelakuin apa yang dia minta,walaupun aku tau dia cuma memanfaatkan aku. Dan berani malu biar dapat perhatian darinya. Kalau mengingat-ngingat hal itu, rasanya aku bodoh banget. Tapi, ya itulah anak muda.. mau melakukan apa aja asalkan mereka dapat apa yang mereka mau.
            Tapi, setelah membaca beberapa buku dan melihat fakta di lapangan., rasanya memiliki seseorang (pacaran) itu lebih banyak nggak baiknya daripada baikannya. iya nggak? Aku liat, mereka yang pacaran itu lebih banyak berantemnya, terkekangnya, dan cemburunya. Sebenarnya sampai sekarang itu aku bingung, apa bedanya pacaran sama berteman. Padahal perlakuannya sama aja. Kalau kata teman aku yang ngebet pengen pacaran, "kalau kita punya pacar itu, kita bisa cerita semuanya ke dia.". Padahalkan cerita ke teman juga bisa. Tanpa disadari, orang-orang yang pacaran itu malah lebih sering cerita tentang pacarnya ke teman mereka.haha. lawak.
           Kalau menurut aku sih, lebih seru kalau kita nggak usah pacaran.. kita nikmatin aja rasa suka yang kita punya terhadap seseorang. Itu sih kata-katanya juga aku kutip dari guru SMA. hehe. Kan lucu aja gitu kalau kita malu-malu, nyengar-nyengir sendiri kalau ngeliat orang yang kita suka dari jauh. Sama halnya waktu kita pengen beli hape (handphone. maaf, penulisannya salah. haha) . waktu kita masih berangan-angan, hape yang mau kita beli tu keren banget rasanya. Waktu baru-baru beli, iya hapenya masih disayang-sayang. Tapi, udah agak lamaan sedikit..yang ada hapenya campak sana-campak sini. iya kan? (itu aku..hehe).
            Menurut aku, pacaran selama apa juga..belum tentu jodoh. Kalaupun jodoh,yang ada bosan..udah pacaran bertahun-tahun trus ntar waktu nikah, muka dia juga yang diliat.. jodoh itu ditangan Allah. Ingat guys !
ORANG BAIK, PASTI AKAN MENDAPATKAN YANG BAIK PULA..

Nggak perlu pacaran buat menyelidiki orang itu baik atau nggak. Semua itu tergantung kita. Kitanya dulu yang harus baik, baru dikasih yang baik. Semua  indah pada waktunya. Insya Allah :)



*maaf, aku bukan bermakud menggurui.. tapi ini pendapat aku :)

Rabu, 28 September 2011

Hari ini benar-benar...

            Hari ini aku menggalau habis-habisan. haha. Kegalauan itu aku mulai pagi-pagi. Pagi ini aku mulai dengan pergi ke Mal Pekanbaru buat menuhin janji sama Mega&Kiki  nyari buku bareng di Gramedia MP. Kami perginya masing-masing. Aku bingung perihal parkiran. Masalahnya selama ini kalau aku ke MP, aku selalu parkir di sisi jalan depan MP, nggak pernah parkir di parkiran dalam. But,sekarang parkiran luarnya udah pindah jauh dari depan MP. Yah..terpaksa aku parkir di dalam. Berhubung pertama kali parkir di dalam.. Alhasil, waktu nyampe di depan loket ngambil karcisnya, mata aku jauh memandang ke depan sambil sibuk mikirin aku bisa parkir di bawah atau harus parkir ke Parkiran lantai 1. Eh, waktu aku nyampe di depan abang-abang tukang karcisnya..Abang itu bilang, " Mbak, karcisnya di belakang.". buset, malu banget aku. terpaksa aku balik ke belakang buat ngambil karcis. haha. Hal memalukan pertama telah dimulai.
             Berikutnya, lagi-lagi karna pertama kali masuk MP lewat parkiran dalam.. Aku terpaksa meraba-raba mana pintu masuknya (meraba-raba nya kiasan ya.. bukan meraba-raba yang sebenarnya. hehe). Dan dengan terpaksa lagi aku nanya ke petugas parkirnya, " maaf Pak, pintu masuknya dimana ya?". Hahai..aku berasa katro, pintu masuk mall pun nggak tau. payah ! Itu hal memalukan kedua.
            Selanjutnya, karna udah pusing dengan kejadian-kejadian sebelumnya.. Aku jadi puyeng nyampe di dalam Mall..sampe-sampe aku mau naik di escalator turunun, aku pun udah berdiri di depan escalator itu sambil mengayunkan kaki mau naik. Untung nggak ada yang merhatiin. lagi-lagi kelihatan ndeso..haha. Hal memalukan yang ketiga. Alhamdulillah kejadian memalukan di MP ini cuma berlangsung sampe disitu.
             Namun, hal memalukan lainnya bersambung di kampus waktu jam makan siang. Begini ceritanya. Waktu rapat OF 7 diistirahatkan, Dios, Wulan & Mbak langsung pergi sholat. Sedangkan aku, Noni, dan Uti harus mengikuti pertemuan anggota SPektrum sebentar. Setelah pertemuan Spektrum selesai..aku langsung pergi sholat ke Mesjid Arfaunnas. Sedangkan Uti dan Nonni udah duluan ke PS (Pondok Salero ya.. bukan Pasar Swalayan. haha) buat ketemu sama Dios, Mbak & Wulan. Ya, aku memang ditinggal. Setelah selesai sholat..aku langsung nyusul ke PS. Waktu aku nyampe sana, aku nyariin yang mana meja tempat mereka makan. Ternyata mereka ngambil 2 meja karna 1 meja cuma muat 8 orang sedangkan yang mau makan 12 orang. (jadi 12 orang karna gabung sama yang lainnya juga). Waktu aku baru nyampe sana, aku liat ada Ibu'-ibu' ( cuma 1 orang)  yang baru aja beranjak dari meja teman-temanku ke meja yang di sebelahnya.. Karena aku baru datang, nggak tau apa-apa, dan kelaparan.. Langsung aja aku pesan makanan ke Ibu' itu, " Bu', sate kacangnya satu". baru aja aku bilang kaya'gitu, langsung aja teman-teman aku ketawa.. "Fen, Ibu' pelayannya bukan yang itu.", "Nah terus, Ibu' itu lagi ngapain dong?", " Ibu' itu lagi minta SUMBANGAN !" Hahhaha. Aku maluuu.. pantesan Ibu'-ibu' itu megang buku..rupanya lagi minta sumbangan.
           Hari ini benar-benar, melelahkan..memalukan.,.dan bikin maluuuuuuuuuuu..haha

Sabtu, 10 September 2011

Mari Memulai :)

            Wah..malam ini dingin ya, jarang-jarang nih Pekanbaru begini. gimana menurut kalian? cuaca hari ini menyenangkan atau menyebalkan?hmm..mungkin sebagian dari kita merasa ini cukup menyebalkan karna nggak bisa keluar rumah karna hujan terus, dingin, atau bahkan kebanjiran. lagi-lagi kita mengeluh.iya kan?haha. Rasanya hidup ini nggak pernah pergi dari mengeluh. iya kan? aku juga begitu. tapi rasanya sangat bodoh kalau kita mengeluh terus. Kenapa kita nggak pernah berpikir untuk bersyukur? coba liat hikmah dari setiap kejadian. Hikmah cuaca hari ini. Nggak bisa pergi kemana-mana karna hujan, kita malah jadi bisa bercengkrama sama keluarga di rumah. dingin? nikmati aja cuaca dingin ini, toh biasanya juga mengeluh karna  Pekanbaru panas. banjir? nikmati kerja bakti bareng keluarga, hitung-hitung nyari pahala..toh biasanya jarang bantu-bantu kan karna terlalu sibuk di luar?
               Nah, udah tau kan kalau selalu ada kebaikan disetiap kejadian? nggak ada salahnya kita selalu bersyukur pada Allah dengan semua yang Dia beri. Misalnya mengucapkan Alhamdulillah setiap selesai mengerjakan sesuatu. Emang sih sekarang udah banyak yang ngucapin Alhamdulillah, tapi cuma sekedar olok-olok mengikuti salah satu penyanyi Indonesia dengan menyebut " Alhamdulillah yahh". Seharusnya kata-kata itu lebih diresapi. Karna semakin kita bersyukur, maka Allah akan semakin menambah nikmat yang Dia beri. Kita memang udah sering ngedengar kata-kata ini sebelumnya. Tapi sering lupa.
              Kita juga sering lupa ngebaca Bismillah setiap kali mau memulai sesuatu. iya nggak? Padahal yang ngasih kita udara tanpa bayar, ngasih kita bumi yang indah, & ngasih kita segala kenikmatan itu Allah. Tapi kita lupa. Mulai sekarang, mari kita sama-sama mulai untuk bersyukur, memulai segala kegiatan dengan Bismillah, dan mengakhiri kegiatan dengan Alhamdulillah. Mari kita memulai dari hal-hal kecil :)

Jumat, 09 September 2011

Sering Terlupa

         Kemarin aku nggak sengaja ternonton acara ceramah agama Islam di RTV (taukan apa kepanjangan RTV? Riau Televisi. hehe). Ceramah ustadznya keren banget, ngebuat aku sadar dan ingin menyadarkan. Ustadznya bilang. kalau hidup di dunia ini hanya sementara dan kita sering terlupa, bahkan melupakan hal itu. Kita terlalu menikmati kesenangan dunia hingga lupa akan kehidupan kekal di akhirat nanti. 
Hidup di dunia ini diibaratkan bagai jalan raya. Kalau kita mengikuti rambu-rambu lalu lintas, dan patub pada peraturan yang ada, Insya Allah kita akan selamat sampai tujuan. Tapi kalau kita tidak mematuhi itu semua,  bisa-bisa kita kena tilang atau bahkan ke rumah sakit karna kecelakaan. Begitulah hidup di dunia, kalau kita taat dan bertaqwa kepada Allah, Insya Allah kita selamat sampai akhirat.
            Sekarang makin banyak hal-hal kecil yang sebenarnya tanpa kita sadari akan menghasilkan hal-hal besar yg dapat merusak ketaatan kita kepada Allah. Contohnya saja bohong. Bohong itu mungkin saja merupakan dosa/hal kecil menurut kita. Tapi lama-lama bisa jadi bohong itu bertambah besar, bisa-bisa jadi korupsi. iya kan? Contoh yang lain adalah cara berpakaian yang hendaknya pun menjadi sorotan. Di perkembangan zaman seperti saat ini, pakaian berbagai macam modelnya. Tanpa kita sadari, kita sering memakai pakaian yang tujuannya hendak mengindahkan mata orang-orang yang memandang kita bukan mengindahkan perintah Allah,sampai-sampai kadang memakai pakaian yang ketat. 
             Hmm..  Ada satu hal lagi yang bikin aku sadar. Sebuah kaligrafi yang aku lihat di rumah saudaraku.   Tadi aku berkunjung ke rumah salah satu saudara ku. Di rumahnya terpampang sebuah kaligrafi yang artinya.." Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tak disangka-sangka. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (Q.S. Ath-Thalaq: 2-3). Aku tertarik dengan terjemahan ayat itu. Begitu baiknya Allah kepada kita. Dia hanya menyuruh kita untuk mengikuti perintahnya, dan Dia memberikan nikmat-nikmat yang tak terduga. Namun kita sering terlupa dan menyia-nyiakan kebaikan Allah.

Come on Guys..mari perlahan-lahan kita berubah jadi pribadi yang baik :) 

Jumat, 26 Agustus 2011

Hidup ini Terlalu Berharga

Siang ini, lagi-lagi ban motor aku bocor, ketusuk paku. haha. Pertama aku pikir ini merupakan sebuah kesialan. Ternyata bukan. Ini sebuah pelajaran. Ketika aku mencari-cari dimana tempat tambal ban terdekat, Alhamdulillah aku menemukannya. Awalnya aku takut pemilik tambal ban tidak ada di tempat, karena saat itu waktunya sholat Jum'at. Namun ketika aku mendekat ke tempat itu, ada seorang laki-laki yang sedang duduk dalam rumah. Aku lega. Saat ia berdiri dari tempat duduknya. Aku langsung terperangah. Ternyata kedua kakinya lemah. Ketika ia berjalan, ia seperti tidak kuat. Bahkan ia terjatuh ketika berjalan cepat untuk memanggil Ibunya untuk meminta sedikit bantuan. Aku miris ketika melihatnya.


Aku malu. Malu ketika melihatnya. Selama ini hidup aku cuma dipenuhi dengan mengeluh, mengeluh, dan mengeluh. Dia yang cacat saja masih bisa survive. Aku seharusnya bisa lebih dari dia. Selama ini aku selalu mempermasalahkan hal-hal yang sebenarnya tak perlu dipermasalahkan, dan selalu ngerecokin teman-teman aku dengan keluhan-keluhan yang menyebalkan. Aku selalu mengeluh karna muka aku nggak cantik, karna sifat aku jelek, dll. Maaf ya Siti, Fattah, Frand, Ratih, Titin, Ipid, Abil, Ela, Yogi, Rangga, Uchek, Hugo,Nana, Fikri.. Aku selalu mengeluh sama kalian. Aku tau kalian pasti bosan, tapi aku nggak bisa berhenti.

Tapi mulai sekarang aku akan berusaha untuk berhenti mengeluh dan menyenangkan hati kalian semua. Hidup ini terlalu berharga hanya untuk mengeluh. Tadi malam Siti baru aja mengingatkan aku kembali kalau apa yang aku pikirkan, itulah yang aku tarik ke dalam hidup aku. Seharusnya aku berprasangka baik sama Allah. Kerena Allah mengikuti prasangka hambanya. Aku juga semakin sadar, hidup ini hanya sementara sehingga aku nggak perlu terlalu memikirkan dan meribetkannya. Kerena kehidupan yang kekal akan kita temui di akhirat nanti. Jadi sekali lagi..

Hidup ini Terlalu Berharga untuk melakukan kegiatan-kegiatan tak berguna. Lakukanlah kegiatan-kegiatan baik yang bisa mengantarkan kita ke kehidupan bahagia di akhirat nanti.

Kamis, 25 Agustus 2011

Aku yang Buat Mereka Menjauh

Hidup memang nggak pernah berjalan mulus. Kadang senang, kadang susah. Begitu juga dalam hal pertemanan, kadang dekat, kadang renggang. Aku sering merasakan kedekatan dan kerenggangan dengan teman-temanku. Ada berbagai macam penyebab kerenggangan antara teman. Di antara penyebabnya adalah jarak yang jauh, kesibukan masing-masing, dan salah paham.

Aku pernah merasakan tiga-tiganya.
Dulu aku punya seorang sahabat, yang sangat baik dan sabar. Tapi ketika tamat dari MTsN, dia memilih untuk melanjutkan sekolah ke pulau Jawa. Ketika dia pertama kali pergi, aku nangis habis-habisan karna merasa akan kehilangan sosok penyabar yang bisa ngehadepin aku. Waktu awal-awal dia libur sekolah, kami masih baik-baik aja. Lama-kelamaaan makin renggang dan akhirnya kaya' orang musuhan. Itu semua bukan kesalahan dia, tapi kesalahan aku yang terlalu banyak menuntut,dan terlalu cemburu. Beberapa saat sebelum dia pergi, dia pernah nasehatin aku supaya jangan terlalu cemburu  sama sahabat/ teman aku. Aku memang begitu, waktu aku merasa dekat sama seorang teman, aku cemburu ketika melihat dia dekat dengan orang lain.  maaf sahabat, aku terlalu egois.

Dulu juga waktu aku kelas XI SMA, aku punya seorang teman yang baik, yang suka ngejek orang (maaf, mungkin ejekan itu buat menghidupkan suasana). Aku salah satu objek ejekannya. Suatu hari waktu jam pelajaran bahasa Indonesia, aku ditugaskan untuk menulis tugas yang aku buat di papan tulis dan salah seorang teman ku yang lain (yang juara kelas) ditugaskan juga menulis tugasnya disamping tugasku. Setelah itu, tugas yang kami buat dibandingkan satu sama lain. Temanku yang baik tadi mengomentari dan membandingkan tugas kami berdua. Dia membandingkan tugas itu sambil tertawa seolah-olah ada yang lucu di papan tulis itu, aku merasa jadi objek ejekannya saat itu. Karena tak tahan dibanding-bandingkan, emosi ku meluap  dan tak sengaja aku marahkan dia di depan semua teman di kelas+ guru ku saat itu. Dia langsung malu & sepertinya dia balik marah kepadaku. Sejak saat itu, hubungan pertemanan kami jadi renggang. Dari yang awalnya dia suka nyapa&ngejek aku, sejak saat itu kami jadi musuhan. Maaf ya teman, aku memang paling nggak bisa dibanding-bandingkan.

Ada lagi. Waktu aku les di salah satu tempat bimbingan belajar. Aku juga melakukan kesalahan fatal. Waktu pertama kali aku masuk ke tempat les itu, aku ingin sekali akrab dengan anak-anak gokil yang ada di dalamnya. Akhirnya aku mendapatkan keakraban itu. Tapi tak beberapa lama, aku merusaknya sendiri. Itu terjadi saat emosi ku memuncak dan aku tak bisa mengendalikannya. Maaf, maafkan aku.. Emosi aku memang suka meledak-ledak seperti dinamit. Sejak kemarahanku itu, aku merasa mereka makin menjauh. Mereka terasa dingin. Baakan salah satu dari mereka sempat marah besar sama aku. Maaf, aku memang nggak tau bagaimana menempatkan diri dan mengendalikan emosi. Kalian memang sudah bersikap baik, tapi aku masih merasa kalian dingin.


Dari pengalaman-pengalamanku itu, terlihat bahwa aku yang membuat mereka menjauh.
Maaf, maafkan aku. Aku takut kehilangan sahabat-sahabat terbaik seperti kalian.
Aku pengen balik kaya' dulu lagi. Sekarang aku serasa nggak punya teman :'(
Pesan aku, jangan sia-siakan teman dan sahabat yang kalian punya sekarang. Karena apabila kalian kehilangan mereka, hidup kalian akan terasa sepi. apalagi bagi anak tunggal seperti aku yang nggak punya kakak dan adik buat dijadikan teman menggila :)

Maaf kalau artikel di blog ku ini terkesan lebai. Tapi memang itu kenyataannya.

Resensi Buku : 7 Keajaiban Rezeki

Baru-baru ini aku baru aja beli buku. Yap, itu hobby aku . Beli Buku. Keseringan Beli Buku, tapi sangat jarang dibaca. Tapi kali ini aku tertarik buat langsung ngebaca buku yang aku beli. Buku "7 Keajaiban Rezeki". Mungkin udah banyak juga yang baca buku ini. Tapi aku tetep pengen nyeritain buku ini, buat yang belum baca. haha.

Pertama kali aku ngebuka buku ini, aku langsung disajikan tata urutan cara ngebaca buku ini. Peraturan-peraturannya seru, ngebuat aku serasa baca buku mantra (haha. lebai). Salah satu peraturannya itu, aku nggak boleh ngebuka bab selanjutnya sebelum aku ngerjain tugas yang dikasih di bab yang lagi aku baca. Seru kan?

Cara penulisannya asik, bahasanya mudah dicerna. Tapi aku baru baca sampai bab 2. hehe. Dari 2 bab yang aku baca, aku dapat banyak manfaat banget. Nih, aku bagi-bagiin beberapa isi buku ini.
1. Kalau kita punya cita-cita atau impian (pasti punya dong?), mintalah kepada orang tua kita memasukkan impian-impian kita ke dalam do'a mereka. Supaya do'a kita meroket. 
2. Berbakti kepada orang tua akan menguak langit dan memanggil rezeki. Jadi, berbaktilah pada orang tua. Salah satu kata-kata yang bikin aku miris, " Orang tua sering membanggakan kita. Apakah kita pernah membanggakan orang tua?"
3. Tetapkanlah waktu kapan impian-impian itu akan kita dapatkan. Ini sama halnya dengan seorang pegawai. Jika seorang pegawai serius ingin menyelesaikan tugasnya, tentu ia akan menentukan kapan tugasnya itu ia selesaikan. betul tidak?
4. Jika ingin do'a kita dikabulkan Allah. maka pantaskan diri kita terlebih dahulu. Perbanyak ibadah-ibadah sunat. Ingat ! Orang baik pasti akan mendapatkan yang baik pula.

Menarikkan isi bukunya. Jadi, ayooo buruan baca buku ini !