Jumat, 20 April 2012

Allah Maha Membalikkan Hati

           Belakangan ini aku dan beberapa teman, sangat hobby menggalau. Ada yang galau karena baru diangkat jadi bupati, karena BB nya dibajak, karena digigit tawon, dan yang paling banyak adalah galau karena urusan perasaan. Aku juga begitu, sering galau masalah perasaan.
           Belakangan ini perasaan aku maju mundur, plin-plan, dan kacau. Sahabat-sahabatku sudah bosan mendengarkan semua cerita penggalauanku. Sampai-sampai aku dijuluki miss galau. Tapi itu tak masalah bagiku, karena mereka masih setia menghiburku walaupun kegalauan sering menyerang. Bahkan kegalauan aku bisa jadi bahan lelucon bagi mereka. ini sungguh menyenangkan !
           Karena cerita pada sahabat sudah tak mempan lagi, maka aku memutuskan untuk menceritakan penggalauan itu kepada seniorku. Aku bertanya ke senior bagaimana aku seharusnya bersikap. Senior ku bilang kalau belum sepantasnya perasaan seperti itu kita rasakan. Lalu, sebaiknya aku mengadu kepada Allah, yang Maha membalikkan hati. Serahkan hatiku kepada Allah, karena Allah juga yang pada akhirnya menentukan segalanya. Allah tidak akan pernah mengingkari janjinya. Dan aku percaya itu.
         

Unta, patut dicontoh

           Kemarin sepulang dari kampus, Mamaku cerita kalau sore itu ada acara wirid agama di mesjid dekat rumah. Mama ikut acara itu. Aku penasaran cerita apa yang disampaikan Ustadz nya. Tanpa aku tanya, Mama langsung nyeritain apa yang disampein Ustadznya. Ternyata Ustadznya nyeritain tentang unta. Begini ceritanya ...
           Di jaman Rasul dulu, Rasul pernah duduk bersama seorang sahabat. Lalu, Rasul berkata, "Sebentar lagi akan datang calon penghuni surga.". Tidak lama kemudian datang seorang laki-laki yang bernama fulan. Keesokan harinya Rasul berkata seperti itu lagi, dan diiringi dengan kedatangan si fulan itu lagi. Sahabat Rasul itu penasaran, ibadah apa yang dilakukan si fulan itu sampai-sampai ia dijamin masuk surga. Karena rasa penasarannya itu, Sahabat tadi mengunjungi rumah fulan dan menginap di rumah fulan itu. Selama menginap di rumah fulan itu, Sahabat  memperhatikan ibadah yang dilakukan si fulan.Ternyata ibadah yang dilakukan si fulan  adalah ibadah yang sama yang dilakukan oleh muslim lainnya.
           Setelah menginap di sana, Sahabat bertanya kepada Rasul apa yang membuat fulan itu bisa masuk surga.padahal ibadah yang dilakukannya biasa-biasa saja. Lalu, Rasul mengatakan bahwa ibadahnya memang biasa saja, tapi yang paling utama darinya adalah kebersihan hatinya.
           Lalu, ada apa dengan unta? ternyata unta sama dengan si fulan. Unta punya rasa malu, hatinya bersih, makannya sedikit tapi ia kuat, ia tak mau melakukan yang tidak pantas di depan majikannya ataupun orang banyak. Dapat dilihat pada zaman sekarang ini  rasa malu manusia sudah mulai berkurang, kesetiaan pun berkurang. Sehingga manusia dapat dikatakan kalah dengan unta.  Ustadz itu juga mengatakan kalau yang paling penting dari segalanya adalah kebersihan hati. Maka dari sekarang hendaknya kita memupuk kebersihan hati kita agar lebih ikhlas dalam menjalankan segala aktivitas untuk meraih dunia dan akhirat :)

Selasa, 10 April 2012

Pekanbaru, 10 April 2012

Pekanbaru, 10 April 2012

                Ketika hari hendak berganti esok, tak sabar rasanya ingin ku tuliskan semua kisahku hari ini dan hari sebelumnya.
                Dua hari yang lalu, tim basket yang di dalamnya ada aku, bertanding untuk memperebutkan tiket final di ajang Pekan Olahraga Mahasiswa kampusku. Saat itu pemain-pemain inti yang biasanya kami andalkan, tak bisa bermain karena sedang di luar kota. Dengan terpaksa, aku menjadi pemain inti untuk hari itu.  Aku bermain dari quarter awal sampai akhirnya diberi penambahan waktu karena skor kami imbang sampai akhir pertandingan.
                Ada banyak peristiwa di pertandingan itu. Mulai dari kejar-kejaran poin, sampai ada pemain yang menangis karena berbenturan.  Pertandingan yang dimulai dingin itu lama kelamaan memanas dan akhirnya dingin kembali. Pemain lawan hanya 5 orang, tak ada pemain cadangan. Sedangkan tim kami diperkuat dengan 2 orang pemain cadangan. Skor terus kejar mengejar, dan kondisi di lapangan pun penuh emosi. Aku tak tau ntah apa yang terjadi sebenarnya di lapangan, aku masih bingung karena itu untuk pertama kalinya aku ada di lapangan dalam kondisi pertandingan yang sesungguhnya. Ketika salah seorang pemain menangis pun aku tak tau ntah apa yang terjadi.
                Hingga quarter ke-4 berakhir, skor tetap bertahan 9 sama. Karena itu, wasit menyatakan waktunya ditambah selama 3 menit. Dan Alhamdulillah, 3 menit itu bisa kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk menambah poin. Hingga akhirnya pertandingan berakhir dengan skor 11-9.  Ketika peluit panjang dibunyikan sebagai tanda pertandingan berakhir, kami semua langsung berhamburan, saling berpelukan karena saking kegirangan. Ini semua tidak terlepas dari peran para supporter yang selalu berteriak-teriak dari tepi lapangan.
                Namun dari segala kisah hari itu, ada satu hal yang tak bisa aku lupakan. Tanpa ku sadari, aku mengagumi wasit yang memimpin pertandingan kami hari itu. Ia sangat baik, ramah, dan perfect . Mungkin aku memang terlalu mudah untuk mengagumi, tapi ya begitulah aku. Aku kagum pada pandangan pertama. Ia murah senyum saat memimpin pertandingan. Ia dengan sabar memimpin kami yang sebenarnya tak tau dengan benar peraturan dalam bermain basket. Ketika bola berpindah tangan, dengan senyum ia berkata, “Yuk, bola putih”. Ketika di antara kami ada yang melakukan kesalahan, ia memberi tahu dengan senyum. Suatu ketika saat pertandingan, aku disuruh keluar dari lingkaran shooting, ia berkata “yang putih, keluar”. Ia berkata putih karna saat itu aku memakai baju berwarna putih. Tapi teman-teman ku malah tertawa karena menganggap itu sindiran atas kulitku yang berwarna hitam. Namun aku tetap tertawa, karena itu adalah bentuk hiburan dari sahabat-sahabatku. Satu fakta yang aku ketahui, ternyata wasit itu adalah teman lama dari sahabatku. Senang mengetahui itu, karena aku berpikir bisa kenal dengannya lebih dekat dan berteman dengannya, orang yang ku kagumi itu.
                Setelah hari itu berlalu, cerita tentang wasit itu tak ikut berlalu. Aku masih menyinggung hal tentangnya, bahkan hingga saat ini, ketika aku menulis cerita ini.
              Hari ini pertandingan final. Ada banyak sahabat yang menonton. Termasuk sahabatku yang mengenal wasit itu. Sebelum aku bertanding, wasit yang ku kagumi itu ternyata bertanding juga untuk program studinya. Ia terlihat keren ketika bertanding. Aku hanya melihatnya di balik lapangan  basket. Ketika aku sedang menyendiri menontonnya, tiba-tiba dua sahabat ku datang dan berteriak memanggil nama wasit yang ku kagumi itu. Ia langsung melihat ke arah kami seraya tersenyum ketika sahabatku memanggil namanya. Ia benar-benar ramah. Aku suka keramahannya.
                Salah seorang sahabatku menawarkan diri untuk memperkenalkan aku dengan wasit itu. Sahabatku bilang ke dia, “ Yuk kenalan sama teman aku, dia nge-fans sama kamu.”. Ternyata sang wasit malu-malu, mengetahui ada yang mengidolakannya.  Tapi aku tak bisa melanjutkan perkenalan itu karena aku terlalu malu. Aku tak bisa mengontrol diri. Aku salah tingkah. Wasit itu telah melihat diriku dari belakang. Melihat sikapku yang malu-malu& salah tingkah, ia hanya bisa tertawa.
                Di pertandingan hari ini aku terjatuh di tengah lapangan karena sepatu ku licin. Ketika aku terjatuh, teman-temanku dari tepi lapangan memberikan semangat agar aku bangun dari jatuhku. Ada rasa bahagia di dalam hati saat mendapat dukungan dari teman-teman. Setelah beberapa saat bermain, akhirnya kami bisa menghasilkan poin juga. Walaupun tak dapat mengejar skor lawan, tapi paling tidak kami telah ‘memecahkan telur’. Ketika kami menghasilkan poin yang pertama, seluruh supporter tak dapat menyembunyikan rasa bahagianya. Selalu ada tawa di balik setiap kesalahan yang terjadi dalam pertandingan hari ini. Lagi-lagi, ini semua karena teman-teman yang selalu setia memberikan dukungan.
         Ketika pertandingan berakhir, dua orang sahabatku itu masih tetap mengusahakan aku untuk berkenalan dengan wasit itu. Namun, lagi-lagi aku menolak dengan alasan belum siap. Wasit itu melihat aku tarik-tarikan dengan sahabatku karena aku malu. Ia hanya tertawa melihatku begitu. Aku benar-benar belum siap mental, aku malu. Jangankan untuk bersalaman, untuk bertatapan muka pun aku malu. Sampai akhirnya aku menyerah, walaupun sebenarnya aku ingin berkenalan dengannya, aku mengurungkan niat karena belum siap.
            Aku memutuskan untuk pulang. Aku hampiri motorku, dan aku terjatuh. Ternyata saat itu posisi motor ku tidak tepat, agak miring, hingga membuatku jatuh di depan orang banyak. Aku malu. Di sana juga ada wasit itu yang juga ikut tertawa karena kebodohanku. Aku suka cara dia menertawaiku.
               Ada rasa sesal di hatiku karena tak berkenalan dengannya. Tapi itu tak mengapa, karena aku masih bersyukur Allah pernah mempertemukan aku dengannya J

Kamis, 05 April 2012

Semua ini karna bersamamu, Kawan

           Tak ada orang yang sanggup hidup tanpa teman di dunia ini, begitu juga aku.Aku nggak bisa hidup sendiri, apalagi sebagai anak tunggal, aku sangat membutuhkan teman untuk berbagi. Dari hari ke hari, dari usia muda ke usia tua, sampe sekarang (berasa tua, haha), makna teman semakin terasa bagi aku. Semenjak kuliah ini, pertemanan semakin terasa seru, sangat menyenangkan. Walaupun terkadang ada konflik yang menghantam, tapi lama kelamaan hal itu bisa hilang dengan sendirinya akibat rasa cinta sesama teman.
           Dari SD sampe SMA aku merasakan keakraban yang makin-makin ketika masa akhir persekolahan. Tapi ketika kuliah, aku ngerasain keakraban itu dari awal.Pertama-tama memang kaku, lama-kelamaaan ketauan   semua isi mereka.. haha. Ada yang heboh, kalem, manja, dan lain-lain sebagainya. Belakangan ini keakraban itu makin terasa, Hal itu mulai terasa ketika ita diberi tugas untuk menjadi panitia berbagai acara, mulai dari acara milad prodi, suksesi, seminar nasional, sampai gebyar.. Di sana sangat terasa kebersamaan, kekeluargaan, dan kebahagiaan antara kita. Manis, pahit, dan asam yang kita dapatkan kita nikmati bersama. itulah kita, HiMa PeFsi . Himpunan Mahasiswa Pendidikan Fisika UR.
           Ketika Gebyar  Fisika V di luar kota, semua anggota PeFsi bahu membahu, mulai dari angkat-angkat barang, nyusun-nyusun acara, sampe lalu lalang waktu acara.Walau kadang ada perselisihan antara kita, tapi akhirnya acara itu berakhir bahagia.
           Bangga menjadi warga HiMa PeFsi, walaupun terkadang kita  suka membangkang, tapi keluarga PeFsi tetap baik. Selalu ada keramah-tamahan antara kita. Mau menang, mau kalah..pokoknya di setiap keadaan, kita selalu bersama. Itulah yang kita rasakan. Seperti belakangan ini, begitu banyak kegiatan lomba yang kita ikuti, sebut aja lomba mading 3D UR Spectacular. Dari awal pencarian artikel, kita saling bahu membahu, terus waktu lomba kita kesal, cekikikan, & kepanasan bareng. Ditambah lagi dengan dukungan teman-teman yang datang ke tempat lomba ketika kuliah mereka udah selesai. Mereka nolong bersih-bersihin sampah bekas guntingan mading, mindahin mading, dsb. Walaupun akhirnya kalah, tapi kami tetap bahagia karna kebersamaan itu.
           Sekarang, di FKIP UR sedang seru-serunya pertandingan antar prodi dalam ajang POM (Pekan Olahraga Mahasiswa). Kita semua turun ke lapangan ketika wakil prodi kita bertanding. Berteriak dari awal sampai akhir sebagai supporter.. kalau ada penghargaan supporter terheboh. Aku yakin, pasti kita menang. haha. Walau suara kita pada nggak bagus, tapi kita tetap teriak-teriak. Mulai dai yel-yel Go Pefsi, sampai yel chibi-chibi-chibi, HA'HA'HA'. hahaha.
           Walau ada kekalahan, kelelahan, tapi tetap membahagiakan. Semua ini karna bersamamu, Kawan :)





Selasa, 27 Maret 2012

Fakultas Kedokteran bukan Jalan Hidup Kami

           Fakultas Kedokteran. Kebanyakan orang tua selalu ingin memasukkan anak-anak mereka ke Fakultas Kedokteran. Bukan hanya orang tua, hampir seluruh anak-anak mulai dari SD, SMP, sampe ke SMA kalau ditanya "Kamu mau jadi apa?", mereka menjawab "Aku mau jadi dokter". Bahkan anak kecil di iklan TV pun ingin jadi dokter. Begitu juga dengan aku, sahabat-sahabatku dan orang tua kami dulu. Rasanya ingin sekali masuk Fakultas Kedokteran. Dengan mimpi, kalau kuliah di Fakultas Kedokteran itu keren, ntar bisa dapat penghasilan yang banyak, dan lain-lain. Di pikiran kita udah terkonsep kalau kuliah di Fakultas Kedokteran tuh keren, mau dimanapun Universitasnya, yang penting Fakultas Kedokteran. right?
           Bagi orang-orang yang kekeh banget masuk FK, dan bagi mereka yang ber-uang, segala cara dijabanin buat masuk fakultas kedokteran. Segala macam tes masuk perguruan tinggi dijalani hanya untuk masuk fakultas kedokteran, mulai dari tes reguler, sampe tes non-Reguler yang uang pendaftarannya mahal. Pokoknya segala macam usaha dipol-polin buat masuk FK. Itu yang kebanyakan dilakukan teman-teman aku dulu. Kalau aku mah, nggak se pol-polan itu kalaupun berharap masuk FK. haha. Aku cuma ikut tes PBUD, tapi nggak lulus. Dan akhirnya aku coba lagi masuk lewat jalur SNMPTN, akhirnya nggak lulus juga di FK manapun. hehe.
           Dulu, Aku,Ela, Dhani, dan Ratih punya mimpi buat masuk fakultas kedokteran. Aku, Dhani, dan Ela belajar di Pustaka Wilayah tiap hari sebelum SNMPTN dilaksanakan. Bahkan waktu SNMPT berlangsung pun kami bertiga masih belajar walaupun capek mendera. (bahasa aku.haha). Kami pantang mundur dan terus berharap lewat do'a-do'a yang kami haturkan. 
           Sampai saatnya ketika hasil SNMPTN 2010 diumumkan, kami mendapatkan ketentuan Allah diluar harapan. Aku lulus di Pendidikan Fisika FKIP UR, Ela di Akuntanasi- Fakultas Ekonomi UR, Ratih di Fakultas Hukum USU dan Dhani mengambil jurusan Bisnis di Universitas Kebangsaaan Malaysia. Aku sedih karna yang diberikan Allah nggak sesuai dengan harapan. Tapi lama-lama aku paham kalau Jalan kami bukan di Fakultas Kedokteran. Lama-kelamaan kami bahkan menikmati takdir yang kami terima dan tidak ingin berpindah hati lagi ke kedokteran. Karna itu takdir kami.
           Setelah kami ber-empat. Ada satu lagi adek aku yang kekeh banget masuk Fakultas Kedokteran. Dia berakhir sama dengan kami, Setelah nggak diterima di FK, dia beranjak ke Teknik Elektro, dan sekarang dia sangat betah di sana. Tak mau berpindah lagi.
           
           "SEMUA YANG KITA INGINKAN BELUM TENTU YANG TERBAIK BAGI KITA. TAPI YANG ALLAH BERIKAN PASTI YANG TERBAIK BAGI KITA."

trust me ! :)

Senin, 26 Maret 2012

Tak Ada yang Sulit, Kawan !

            Sebagai Mahasiswa Pendidikan Fisika yang masih lugu dan nggak ngerti banget-banget soal fisika, aku suka banget mengeluh akan kesulitan soal yang harus aku hadapi. Tapi setelah temanku nunjukin jalan yang bener barulah aku ngerti dan merasa fisika itu nggak sulit. Selama ini aku hanya malas berpikir, padahal sebenarnya aku tau. Begitulah kebanyakan dari kita, That's right?
            Tau kenapa bisa begitu? itu semua terjadi karna kita belum ikhlas dalam ngerjain tugas yang diberikan kepada kita. Kalau kita ikhlas, semuanya bisa jadi mudah, bisa jadi menenangkan dan menyenangkan. Coba deh rasain. Aku pernah ngerasain hal seperti itu. Kalau aku sih ngebayanginnya, ya udah jalanin aja, toh semua pasti berakhir pada waktunya. Mau happy ending atau sad ending, itu kita semua yang nentuin. Ketika suatu pekerjaan dimulai dengan ikhlas, maka akan berakhir dengan ikhlas pula. Percaya deh.
            Mungkin sulit untuk menanamkan ikhlas dalam waktu yang singkat, tapi kalau dicoba pasti lama-lama bisa. Seperti kata pepatah, "Bisa karna biasa". Ketika kita melihat orang lain bisa melakukannya, kenapa kita tidak? Ingat kawan, " Man Jadda wa Jada", siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil.

jadi, tak ada yang sulit kawan!
teruslah mencoba walaupun salah, karna dari kesalahan itu kita bisa tau kebenaran :)
caiyo !

Rabu, 21 Maret 2012

Seminar 7 Keajaiban Rezeki benar-benar ajaib !

           Di siang hari yang panasnya belum sepanas api kompor, aku ngendarain motor ke kampus. Eh nggak sengaja ngeliat spanduk warna merah, nggak sengaja juga aku ngebaca tulisannya. Ternyata itu spanduk seminar yang udah lama aku tunggu. Seminar 7 Kejaiban Rezeki. Asiiik ! Aku bersorak dalam hati. haha.
           Sebenarnya tahun lalu seminar itu pernah diadain di Pekanbaru, tapi akunya yang nggak sempat ikut karna sibuk kuliah. Maklum, anak kuliah. hehe. Habis ngeliat spanduk itu, aku langsung ngajuin proposal ke Mama supaya diizinin plus dibayarin untuk ikut seminar itu. Alhamdulillah diizinin dan dibayarin. Mama ku emang paling baik sedunia :) ( Mama kamu bisa juga jadi Mama terbaik seduna versi kamu :D).
           Kira-kira 6 hari sebelum hari H aku sama Mama pergi ke toko buku Gramedia buat beli tiket seminar itu. Waktu tiket udah di tangan, lega deh rasanya. Tiketnya udah dibeli, eh malah aku nya yang nggak sabaran pengen ikut seminar itu. 
           Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya datang, hari Sabtu tanggal 11 Februari 2012. Seminar katanya dimulai pukul 13.00, tapi kata mbak-mbak yang mungkin jadi panitianya..lebih baik kalau datang lebih awal biar kebagian kursi di depan. Alhasil aku nyampe sana pukul 12.20. Ternyata di sana udah banyak orang yang mau registrasi. Alhamdulillah aku dapat duduk di barisan ke-6 dari banyak baris bangku ke belakang. Aku duduk di samping ibu'-ibu' yang ramah banget.
           Kira-kira setelah 30 menit nunggu, akhirnya Mas Ippho Santosa hadir di depan mata. Nggak tau kenapa aku jadi tiba-tiba ngefans sama Mas Ippho. haha. Karna itu judulnya seminar, aku kira Mas Ippho bakalan make jas rapi gitu. Eh ternyata Mas itu malah make jeans sama jaket, tapi tetap rapi.
           Senangnya rasa hati waktu seminar benar-benar udah dimulai sama Mas Ippho. Seminarnya berasa nano-nano. Ada tangis, ada tawa, ada seriusnya juga, pokoknya jadi satu deh, nggak nyesel ikut. beneran deh. sumpah !
           Ini bakal aku beberin beberapa hal yang disampein Mas Ippho waktu seminar, aku nggak bisa urut nyampeinnya. Mana yang aku ingat aja dulu kali ya.. Soalnya, yang mesti urut tuh cuma tukang urut ( hehe, ngikutin kata-kata Mas Ippho). Mas Ippho bilang kurang lebih seperti ini ..
           Sebagai hamba Allah, kita harus berani punya impian yang tinggi.asal..kita tuh ngegantungin impian kita sama Allah, karna Allah Yang Maha Berkehendak atas semua impian. Kita harus percaya dan mestinya memang begitu, percaya bahwa Allah bisa mewujudkan impian kita, karna sekali lagi, Allah Maha Kuasa atas segalanya.
           Yuk kita flash back ke belakang, tanggal 24 Desember 2004 lalu tsunami terjadi di Aceh. Dalam waktu kurang dari 2 jam aja Allah bisa meluluh lantakkan Aceh. Lantas, pasti Allah bisa juga ngebuat hal yang sebaliknya terjadi. PASTI ! Karena Allah Maha Kuasa, Maha Berkehendak. Pasti Allah bisa ngebuat kedahsyatan dalam konteks yang baik. Percayalah ! 
           Selama ini banyak orang yang beranggapan bahwa lebih baik jadi orang miskin daripada jadi orang kaya tapi tak bahagia. Coba bayangin, sedangkan orang kaya yang punya uang aja gak bahagia, gimana orang miskin yang nggak punya duit ? Justru lebih bahagia orang kaya, karna kita bisa mencukupi diri sendiri dan mencukupi orang-orang di sekitar kita. Jadi, mulai sekarang berpikirlah untuk jadi orang kaya!
           Bagi orang kaya, tak ada kata ATAU , yang ada hanya kata DAN . Ketika orang miskin berpikir beli buku atau beli pulsa, maka orang kaya berpikir beli buku dan beli pulsa. Menyenangkan bukan jadi orang kaya?  Ya, itulah orang kaya. aku juga mauuu!!
           Selain itu, Nabi juga nggak pernah nyaranin kita buat jadi orang miskin. Selama ini orang-orang sering salah mengartikan salah satu hadits yang berisi do'a Nabi Muhammad. Orang-orang mengatikannya begini,

"Ya Allah, jadikanlah aku golongan orang miskin,"
padahal BUKAN itu artinya, yang tepat itu artinya,
"Ya Allah, jadikanlah aku termasuk golongan yang sedikit"

Apa maksud golongan yang sedikit dalam hadits di sini?
Maksudnya adalah Nabi ingin menjadi golongan orang-orang yang bersyukur, taat kepada Allah, dan sukses. Karna kebanyakan orang di dunia ini lebih dominan orang-orang yang tidak bersyukur, tidak taat, dan mungkin bisa disebut tidak sukses. 
          Nah lo? Nabi aja berdo'a kaya' gitu. itu menandakan kalau Nabi-nabi kita tuh pengen jadi orang kaya dan Allah udah ngabulin do'a Nabi-Nabi kita buat jadi orang kaya. jadi, Nabi kita tuh kaya-kaya, Nabi Muhammad kaya. Beliau kaya tapi nggak menampakkan kekayaannya. Nabi Muhammad kaya namun sederhana. Dan begitulah kita diajarkan sebenarnya, SEDERHANA ! Namun, di balik kesederhanaan yang beliau tunjukkan, Beliau selalu memenuhi kebutuhan yang ia perlukan dengan kualitas terbaik. Buktinya, baju perang Nabi itu baju perang terbaik, tunggangan Nabi yang namanya Qashwa itu juga unta terbaik sepanjang masa. Harganya mahal cuy ! Sederhana tetap dipegang, tapi kekayaan juga harus tetap diusahakan. kaya dunia dan akhirat. Amiin !
           Nah, buat ngedapatin kekayaan-kekayaan itu ada caranya. Mas Ippho bilang nggak boleh nanya-nanya, lakuin aja ! haha, bener-bener gahol nih mas-mas. Caranya, setelah pulang dari acara itu kita-kita disuruh minta maaf sama Orang Tua, trus berbakti sama Orang Tua, trusss minta ke Orang Tua supaya masukin impian-impian kita ke dalam doa Orang Tua. ya, begitulah sepasang bidadari bekerja :)
           Selain itu, Mas Ippho juga ngebeberin gimana caranya biar kita cepat sembuh dari sakit. Yang pertama, syukuri penyakit itu.Karna dari sekian lama umur kita, kita jarang-jarang dikasih sakit sama Allah. Trus, sabar. lalu, sedekah. Yang ke-4 aku lupa, hhe. Yang ke-5, kalo nggak sembuh juga, baru ke dokter :D
           Resep buat nambah penghasilan. Kalau mau hidup yang berkecukupan sedekah 10 % dari penghasilan. Kalau mau dapat lebih, sedekah 20% dari target yang dipengen. Sedekahlah tak berhingga, walaupun nanti dibalasnya di waktu yang tak terduga juga. Haha. Ngomong-ngomong soal sedekah, waktu itu Mas Ippho ngebanyol. Dia bilang, kebanyakan dari kita biasanya kalau sedekah nggak jauh-jauh dari Rp 1000,- .iya nggak? Kalau ke toilet bayarnya Rp 1000,- juga toh?
           Selama ini tanpa disadari uang yang kita sedekahin ke mesjid sama aja yang kita bayar buat toilet umum. Nah lo ! Coba deh diliat-liat lagi gambar apa yang ada di uang 1000, ada gambar orang bawa golok kan? Nah tuh, masa' orang bawa golok dibawa masuk mesjid. Yang bagus tuh kalau sedekahnya 100ribu. Kan di uang 100ribu ada gambar Pak Soekarno & Hatta yang lagi pake peci. Nah itu baru cocok yang dibawa masuk mesjid, udah pake peci, berdua pula datangnya, pas buat sholat berjamaah. haha.
           Mas Ippho bilang lagi, sedekah itu nggak perlu ikhlas. Mulai aja sedekah dulu, ntar lama-lama bisa jadi ikhlas :) sesuai dengan teori otak kanan.
           Kira-kira begitu yang dikatakan Mas Ippho, kurang lebih sama dengan yang ada di buku (mungkin, soalnya aku belum tamat baca bukunya. hehe).
           Eh, ada yang ketinggalan. Yang bikin aku salut, waktu acara seminar itu berlangsung Mas Ippho mengajak kami semua buat sedekah, dan Alhamdulillah waktu itu sedekah yang terkumpul lebih dari 100juta. Subhanallah, benar-benar seminar yang ajaib. Seminar yang bisa ngebuat orang-orang sadar akan nikmatnya bersedekah.
          Sepulang dari seminar itu, aku langsung ngejalanin apa yang disampaikan Mas Ippho di seminar. Dan Alhamdulillah aku merasakan keajaiban itu :) benar-benar ajaib !